Langsung ke konten utama

Cinta Yang Tak Terlihat

 

Cinta Yang Tak Terlihat

 

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?

Ketika kita menangis?

Ketika kita membayangkan?

Itu karena hal terindah di dunia ini tidak terlihat...

 

Ketika kita menemukan seorang yang keunikannya sejalan dengan kita...

Kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA

 

Ada hal yang tidak ingin kita lepaskan.

Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan.

Tapi ingatlah... melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal kehidupan baru.

 

Kebahagian ada untuk mereka yang menangis,

mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang telah mencoba......

Karena merekalah yang menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...

 

CINTA yang agung,

adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya...

adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggu dengan setia...

adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sambari berkata ‘aku turut berbahagia untukmu’.

 

Apabila cinta tidak berhasil... bebaskan dirimu...

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang kealam yang bebas lagi,

Ingatlah...bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya...

tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya...

 

Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang,

melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana  dalam perjalanan kehidupan,

kamu belajar tentang dirimu sendiri

dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.

Hanya penghargaan abadi terhadap pilihan kehidupan yang telah kau buat.

 

Teman Sejati,

ialah yang mengerti ketika kamu berkata ‘aku lupa...’,

yang menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘tunggu sebentar’.

yang tetap tinggal ketika kamu berkata ‘tinggalkan aku sendiri’.

yang membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata ‘bolehkah saya masuk?’.

 

Mencintai...

bukan bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan...

bukan bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti...

Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan...

Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan...!

 

Sumber: Th. Eknik Mutiarsih dan Agus Sekti Susilo Atmojo:Memahami Psikologi Remaja. Yayasan Pustaka Nusatama 2007

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilai Orang Lain

Ada cerita yang berkisah tentang bagaimana kita sering salah menilai orang lain. Menilai hanya dari kekuatan, kekayaan, good looking dan hal-hal lainnya.  Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya", ujarnya dengan sinis. Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : "Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini", dengan nada mencemooh. Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih t...

Apa jadinya dengan otak kita yang mengecil?

Intan Lolitasari Penyakit Alzheimer belum banyak orang yang mengetahuinya, tetapi tatkala kemampuan berpikir dan mengingat seseorang semakin berkurang serta fungsi motorik tubuhnya semakin melemah banyak yang menduga itu hanyalah gejala awal dari kepikunan. Alzheimer adalah sebuah gejala atau sindrom yang diawali dengan terjadinya kematian sel-sel otak dalam jumlah besar dan secara bersamaan. Kemudian bila dilakukan CT scan pada otak penderita Alzheimer, maka akan terlihat dengan jelas bahwa volume otaknya mengalami pengerutan dan mengecil dari ukuran normalnya. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa Alzheimer lebih sering menyerang wanita berusia di atas 60 tahun ketimbang pada pria, kemudian tingkat keparahannya akan meningkat dengan sendirinya seiring bertambahnya usia seseorang. Pola makan dan gaya hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat sewaktu muda, ditengarai menjadi penyebab mengapa seseorang menderita Alzheimer dimasa tuanya. ...